Langsung ke konten utama

Aku sangat berharap kalau saat meninggal kelak

 Aku sangat berharap kalau saat meninggal kelak, aku terbaring dalam keadaan beriman. Itu saja.

Masuk Surga Alhamdulillah, masuk Neraka pun aku memang pantas di dalamnya.

Entah kenapa ketika dewasa aku tak begitu mengharapkan Surga-Mu ya Allah. Aku sudah cukup nikmat dengan dunia-Mu ini. Aku telah menemukan Surgaku sendiri di dunia.

Surga itu ada di Ibuku sendiri.



Bersama Ibu aku terhubung dengan Engkau. Bersama Ibu aku merasakan perlindunganmu yang engkau perantarakan terhadap Ibuku.

Ibuku seperti perantara Surga yang Engkau kirimkan untuk anak tidak tahu diri sepertiku. Terimakasih ya Allah. Jikapun kelak aku tidak masuk ke dalam Surga-Mu, setidaknya engkau telah memberikanku sedikit Surga dunia yang Engkau kirimkan dalam bentuk Malaikat pelindung seperti Ibuku.

Bersama Ibu, aku merasakan sederhananya Surga yang ada di akhirat sana.

Surga itu melindungiku dari aku masih berbentuk segumpal darah. Surga yang menyambutku dengan senyum bercampur tangis saat aku pertama kali menghirup udara dunia.

Surga dalam bentuk Ibu ini merawatku dengan sangat baik. Saat kecil dulu aku digendong, dihangatkan, diberi makan sampai aku bisa merasakan sangat kenyang. Waktu kecil dulu aku gemuk, Ibuku merawatku dengan sangat baik.

Aku juga jadi teringat dulu saat Ibu menggendongku lalu Ibu terpeleset dan aku jatuh di atasnya. Ya Allah, kepingan surga yang kau pisahkan dari Surga yang ada di akhirat sana benar-benar melindungiku dengan baik. Saat jatuh itu aku sama sekali tidak merasakan sakit, karena aku jatuh di atas Ibuku sendiri. Tapi kasihan Ibuku, aku saat itu sudah besar dan aku berat, terus minta digendong hehe.

Tapi kadang Ibu nakal kepadaku. Ibu pernah memarahiku sambil membawa gagang sapu saat aku tak mau Sholat. Saat itu aku lari sambil tertawa seperti mengejek karena tidak terkena pukulan Ibu.

Kadang Ibu memang galak. Tapi aku tidak penah merasakan sakit dari galaknya beliau. Ibu dulu juga suka mengancam akan memukulku kalu tidak Sholat, tapi entah kenapa sampai sekarang aku tidak pernah dipukul beliau. Padahal Sholatku banyak yang bolong.

Surga yang Engkau turunkan padaku terlalu memanjakanku. Dia sama sekali tak berani berbuat kasar atau menyakitiku.

Ibuku tak pernah membuatku kelaparan. Dia bahkan berbohong saat aku tanya sudah makan atau belum ketika nasi dan lauk yang ada hanya tersisa untuk satu porsi saja.

Kembalikan kepingan Surga yang Engkau kirimkan kepada Hamba ke Surga-Mu yang sebenarnya. Ibuku harus kembali ke tempat seharusnya ia harus kembali.

Surgaku harus kembali ke Surga

|||||||

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LUCU BANGET, MERPATI MELOTOT KAYAK KARTUN, COBA LIHAT

 Ada banyak jenis burung merpati, mulai diperuntukan sebagai piaraan, merpati balap, hingga merpati konsumsi. Namun merpati jenis Budapest mungkin belum banyak yang tahu. Merpati ini punya keunikan dengan matanya yang besar hampir memenuhi kepala mirip animasi.  30 Nomor Cewek Cantik dan Janda Sesuai dengan namanya, merpati ini berasal dari Budapest, ibu kota Hungaria. Merpati Budapest lebih sering digunakan sebagai hewan piaraan. Memiliki nama pembiakan Budapest Short Face Tumbler, merpati ini yang dikembangkan selama bertahun-tahun dalam pembiakan selektif sejak tahun 1900-an. Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Belum Pernah Pulang Sejak Lulus Pendidikan, Anggota Polri Ini Dijemput Ayahnya dalam Kondisi Tak Bernyawa, Begini Kisah Harunya yang Berjuang Demi Negara Gadis Kelas 1 SMK Meninggal Usai Diduga Diperkosa 12 Orang, Organ Intimnya Bengkak dan Bernanah VIRAL! Ibu Muda dan Bayi Usia 4 Bulan Dibacok di Landak, Terkapar Tak Berdaya, di Akhir Video Diinjak Uniknya merpati Bud...